Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

6 Tips : Latihan Soal-Soal Matematika untuk Menghadapi Ujian Nasional 2016

1
Tinggal enam bulan lagi, para peserta didik yang berada di level tertinggi pada masing-masing jenjang pendidikan akan menghadapi ujian nasional. Dihitung dari  angka 6, memang masih cukup lama, akan tetapi jangan ditunda-tunda, karena pada akhirnya semua akan terasa mak jegagik, ujug-ujug atau tiba-tiba sampai pada waktunya. Untuk itu tidak ada salahnya mulai dari sekarang peserta didik agar mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional. Lantas apa saja yang harus dilakukan dalam menghadapi ujian nasional, khususnya pada pelajaran matematika?
Pertama, sama halnya dengan pelajaran lainnya, sebagai pelajaran eksakta, matematika juga mengharuskan kita untuk menghafalkan beberapa konsep/formula atau rumus. Akan lebih baik jika hafalan rumus-rumus tersebut diikuti pula dengan pemahaman yang benar. Sebut saja jika kita menghafalkan rumus phytagoras bahwa a2=b2 + c2, maka harus dipahami bahwa maksudnya kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi tegak pada sebuah segitiga siku-siku. 
Kedua, buat pengelompokkan materi pelajaran dari kelas-kelas sebelumnya sampai dengan kelas tertinggi saat ini. Misalnya, mengelompokkan materi himpunan dari semua kelas yang sudah dilewati atau materi aljabar pada semua kelas yang telah dilewati. Harus diingat, bahwa pada dasarnya pelajaran matematika itu setidaknya hanya meliputi bab/bahasan himpunan, aljabar, trigonometri, geometri dan lainnya. Hanya saja pada setiap jenjangnya memiliki tingkat kedalaman yang berbeda. Pengelompokkan ini akan membantu peserta didik melakukan review kembali materi-materi pelajaran yang telah dilalui.
Ketiga, Berbeda dengan pelajaran non eksakta lainnya, sukses matematika dalam ujian nasional sangat ditentukan oleh tingkat kedisiplinan peserta didik untuk terus berlatih mengerjakan soal-soal matematika. Pada setiap pokok bahasan/bab carilah soal-soal yang relevan dengannya. Misal saat belajar pada bab himpunan, maka cari soal sebanyak-banyaknya yang membahas himpunan. Tentunya cari dan kerjakan. Setelah mengerjakan, cek jawaban dengan kunci jawaban, hal ini untuk menguji sejauh mana kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal tersebut. Jika kunci jawaban pada soal itu tidak ada, tidak ada salahnya bertanya kepada orang yang dianggap mampu, bisa kepada saudara atau guru. 
Keempat, ulang-ulang terus latihan mengerjakan soal-soal matematika dengan contoh-contoh soal yang lebih variatif. Hal yang juga penting adalah melakukan evaluasi diri secara obyektif saat melakukan latihan mengerjakan soal-soal. Berhitung berapa kesalahan yang peserta didik lakukan saat mengerjakan soal contoh evaluasi diri yang baik sembari melakukan pembenahan terhadap titik-titik kesalahan saat mengerjakan soal
Kelima, Ciptakan suasana seperti sedang mengerjakan ujian nasional sungguhan saat kita berlatih mengerjakan soal-soal matematika. Misalnya dengan menentukan jumlah waktu yang harus dihabiskan dalam mengerjakan soal. Buat aturan sendiri dan disiplinkan diri sendiri. Hal ini untuk melatih diri agar dalam mengerjakan soal ujian nasional benaran peserta didik bisa memanfaatkan waktu secara optimal.
Keenam, Ulangi terus cara diatas, jangan cepat puas dan jangan pula mudah putus asa. Ingat, semakin peserta didik sering berlatih semakin mudah menghadapi beragam soal pada ujian nasional. Patut dicatat pula, standar soal ujian nasional adalah standar nasional yang juga memperhitungkan peserta didik yang ada didaerah, sehingga tingkat kerumitannya bisa dijamin lebih sederhana. Cuma butuh kecermatan, kejelian dan kesabaran saat mengerjakan soal ujian nasional beneran. Dan pastinya sering latihan mengerjakan soal-soal matematika sejak dini, enam bulan sebelum pertarungan Ujian Nasional itu benar-benar terjadi.
Selamat Mencoba

Cara Mengajar Matematika yang Baik

0

Saya punya sebuah ilustrasi tentang persepsi yang keliru tentang matematika. Suatu ketika dalam pertemuan, rasanya sulit -atau bahkan tidak mungkin- ada salah satu dari anggota pertemuan itu yang berani dengan bangga mengatakan “saya buta huruf”, tentu ini pengakuan yang konyol dan akan membuat malu besar (meski saya yakin tidak ada peserta pertemuan lainnya yang menertawakan). Sangat berbeda, jika salah seorang yang sukses dalam pertemuan itu mengatakan, “saya tidak bisa pelajaran matematika saat sekolah”, peserta akan memaklumi dan itu menjadi hal biasa. Ya...., orang lebih berani mengakui ketidakbisaannya soal matematika, ini terjadi karena kita seringnya berpikir bahwa matematika sebagai bakat yang dibawa sejak lahir, seolah-olah kemampuan matematika merupakan gen bawaan, hanya keberuntungan saja yang menjadikan kita, apakah mewarisi atau tidak, sehingga ketidakmahiran pada pelajaran matematika tidak dianggap sebagai sebuah aib.

Ilustrasi diatas seolah memberikan justifikasi bahwa kemampuan belajar matematika adalah sesuatu yang tidak bisa dipelajari, tidak bisa dibiasakan dan tidak bisa diupayakan. Hal tersebut seolah pula memberikan kesimpulan bahwa seorang guru matematika tak perlu bekerja keras membuat peserta didik mahir belajar matematika atau bahkan menyukai matematika. Apa artinya semua upaya guru tersebut, jika kemampuan belajar matematika lebih pada faktor genetic ketimbang kemampuan yang bisa diasah melalui proses pembelajaran. TENTUNYA TIDAK DEMIKIAN KAN ??


Kehadiran guru matematika di kelas matematika sangat membantu untuk menanggulangi pemikiran yang seperti ini.

Dalam mengajar di kelas matematika kita seringnya membuat sebuah pemetaan tentang kemampuan peserta didik pada pelajaran matematika. Yaitu: peserta didik yang lambat, rata-rata, dan yang jagoan matematika. Memang harus diakui matematika lebih mudah hanya untuk beberapa peserta didik di kelas daripada yang lainnya. Ini tugas seorang guru agar kita meningkatkan metode mengajar matematika yang kita gunakan sehingga setiap peserta didik dapat mengembangkan kemampuan matematikanya. Bagi peserta didik, seringnya matematika tampak menjadi momok yang besar. Ada suatu anggapan dalam diri peserta didik, apabila ia pintar belajar matematika, maka merasa mereka pintar dalam segala hal. Dalam arti bahwa , matematika bisa menjadi alat yang ampuh untuk mempromosikan keadilan social. Meskipun sebenarnya secara potensi, setiap peserta didik dapat belajar matematika dengan baik. 

Lantas seorang guru matematika harus bagaimana?

Guru matematika seringnya gagal menerapkan cara yang benar pada pembelajaran matematika. Kenyamanan –hanya- mengadopsi rumus (terima jadi), menjadikan seorang guru cenderung malas mengajarkan kepada peserta didik tentang fakta-fakta yang membentuk rumus tersebut. Sebut saja, ketika seorang guru mengajarkan rumus luas segitiga = ½ x a x t, guru seringnya malas menjelaskan fakta, karena segitiga adalah separuh dari segi empat, sehingga luas segitiga = ½ p x l (p=alas pada segitiga dan l=tinggi pada segitiga). Ketika peserta didik –hanya-menghafal rumus jadi tersebut , maka ia terjatuh pada model penghafalan saja, yang sifatnya bisa sangat sementara.  Peserta didik yang harus berjuang dalam matematika biasanya memiliki kesulitan mengingat rumus-rumus matematika, penanganan masalah kalimat matematika dan melakukan multi-langkah aritmatika. Ini terjadi karena pembiasaan guru matematika yang hanya mengajarkan rumus terima jadi, tanpa memberi pencerahan tentang fakta-fakta/cara ‘lahirnya’ rumus tersebut. Riset menunjukkan bahwa peserta didik yang diberi masalah untuk memecahkan sendiri - sebelum instruksi dari guru - mengungguli siswa yang diberi pembelajaran ‘terima jadi’.  Seorang guru harus berupaya menjauh dari belajar model hafalan untuk mencoba memberi pemahaman kepada peserta didik agar memahami matematika lebih mendalam, dan bukan rumus saja.


Tidak ada salahnya seorang guru mencoba pembelajaran "berdasarkan penemuan"  atau "berbasis masalah". Pancing peserta didik untuk menemukan masalah, menyelesaikannya, sebelum seorang guru mengajarkan rumus matematika. Sebagai contoh, bilangan bulat positif dan negatif, yang membingungkan banyak peserta didik. Mengingat pertanyaan yang tampaknya sederhana seperti, "berapakah -10 + 5?", banyak akan berakhir menebak. Salah satu cara untuk memecahnya, seorang guru bisa berkata: "Bayangkan kamu sedang bermain kelereng, kamu kehilangan sepuluh kelereng dan memperoleh lima kelereng”. Bentuk kelas yang rileks, santai (tapi serius), dan menyenangkan, karena ini akan efektif membawa peserta didik enjoy dan tidak ‘takut’.

Jika seorang guru melakukan pendekatan ini dalam mengajar, hampir bisa dijamin bahwa setiap peserta didik akan mengalami kesuksesan. Pada gilirannya, kecemasan matematika peserta didik berkurang. Ketika mereka tumbuh lebih percaya diri, mereka tumbuh bersemangat, dan mereka mulai meminta tantangan sulit. 

So, guru memiliki peran penting dalam membawa peserta didik untuk belajar menyukai matematika.

Salam



6 Tips Membeli Buku Matematika Secara Online

0
Sahabat Belajar Menyukai Matematika, buku atau bahan ajar menjadi hal penting bagi guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran matematika. Buku menjadi sumber referensi/rujukan bagi guru disamping pengetahuan yang telah dimiliki dan diperoleh dari bangku kuliah. Bagi peserta didik, buku menjadi referensi untuk menambah keragaman, bisa materi ataupun soal-soal matematika. 

Dunia yang serba online saat ini menjadikan segala informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tersaji sangat banyaknya pula. Banyak orang memanfaatkan media online, dari share pengetahuan dan pengalaman, rujukan mencari bahan pembelajaran dan lainnya. Dalam dunia yang serba online, semua informasi dapat dengan mudah diperoleh, cukup typing di search engine seperti google yang sudah sangat terkenal, kita sudah bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Nah, begitu pula, saat membutuhkan buku sebagai referensi bahan ajar, sekarang juga sudah banyak terdapat toko buku online atau jual beli buku online. 
Hanya dengan cukup di rumah atau dimanapun kita berada, dengan memegang perangkat yang bisa tersambung ke internet kita bisa memesan. Namun, tidak bertemunya antara penjual dan pembeli dalam transaksi online sebagaimana jual beli konvensional, maka tidak ada salahnya kita berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu pada kesempatan ini saya akan share tips membeli buku matematika secara online sebagai berikut :

Pertama, pilih toko buku online yang sudah terkenal. Dengan tidak mengurangi rasa hormat bagi Sahabat yang sedang melakukan bisnis online menjual buku matematika, dengan memilih toko buku online yang sudah memiliki brand baik dan terkenal, maka setidaknya bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kiriman lambat atau bahkan tidak datang, barang tidak sesuai dengan keinginan kita dan hal-hal lainnya yang tentu tidak diinginkan. Tidak ada salahnya Sahabat searching dulu diinternet mencari toko buku online yang bagus yang memiliki kredibilitas baik sebelum memutuskan untuk membeli.

Kedua, pastikan dulu judul buku, pengarang dan penerbit. Ini menjadi penting karena buku yang akan dibeli harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita untuk menunjang proses pembelajaran matematika. Pastikan buku yang akan dibeli sesuai dengan silabus pembelajaran matematika. Selain itu, setiap pengarang tentu memiliki kekhasan dan kualifikasi yang berbeda, sehingga pengarang juga perlu menjadi bahan pertimbangan yang tidak bisa diabaikan juga, begitu pula penerbit.

Ketiga, sebelum memutuskan membeli baca dengan cermat kebijakan, privasi serta tata cara belanja yang diterapkan pada situs jual beli buku online tersebut, yang sangat mungkin tiap toko buku online berbeda. Hal ini untuk memudahkan prosedur pembelian, juga untuk menghindari kesalahan prosedur pembelian yang berakibat pada tidak terkirimnya buku yang kita pesan. 

Keempat, disamping melakukan sebagaimana tips ketiga, sebelum membeli pastikan dulu bahwa buku pelajaran matematika yang ditawarkan dalam situs jual beli buku online tersebut memang benar-benar ada (ready stock). Jangan sampai transaksi sudah kita lakukan, uang juga sudah dikirim, namun pada akhirnya buku tersebut tidak segera sampai ke tangan kita karena ternyata stock tidak ada. Parahnya, ketika kita tidak membaca dengan cermat kebijakan privasi situs jual beli online tersebut, maka uang yang sudah kita setor tidak bisa ditarik kembali. Kenapa, karena ada kebijkan pada situs jual beli buku online tersebut, bahwa uang refund dijadikan deposit pada toko buku yang bersangkutan yang tidak bisa diuangkan, namun hanya bisa diwujudkan dalam bentuk pembelian buku di toko tersebut. Hmmmmm..penginnya dapat buku matematika, tapi tidak dapat bukunya plus uang tidak bisa di tarik, susah kan...??? hehehe...

Kelima, jika transaksi sudak ok dan buku sudah dikirim tidak ada salahnya Sahabat memantau posisi pengiriman buku matematika yang dipesan. Biasanya toko buku online memiliki layanan nomor yang selalu bisa dihubungi untuk mengkonfirmasi posisi buku matematika yang kita pesan. Tak jarang juga beberapa toko buku online menyediakan jasa pengiriman yang secara real time melaporkan posisi pengiriman secara online pula.

Keenam, jika buku sudah ditangan, kembalikan fungsi buku sebagaimana niat awal membeli, yaitu sebagai bahan referensi belajar matematika. Tentunya buku jangan hanya dijadikan bahan pajangan atau koleksi yang tidak pernah tersentuh. Setuju kan Sahabat.....?? hehehe....

Demikian Sahabat tips hari ini....
Semoga membuat kita semakin Belajar Menyukai Matematika
Salam

6 Tips Memilih Les Privat Online

3
Kalau pada posting sebelumnya saya sudah menulis tentang apa plus minus les privat online, maka kali ini saya akan mencoba berbagi tentang tips memilih les privat online (baik berupa lembaga maupun perseorangan).
Namanya juga online, bisa dipastikan kemungkinan besar sebagai pengguna jasa privat  tentu kita tidak harus kontak langsung dengan lembaga/perorangan penyedia jasa tersebut. Kalau bahasa anak muda sekarang disebut juga “dumay” (dunia maya). Tidak sedikit cerita buruk di dumay disamping seabrek cerita positifnya.
 Nah, untuk menghindari hal buruk yang mungkin akan terjadi saat memilih jasa les privat online, berikut 6 (enam) tips memilih les privat online matematika:
1. Meski ini online, jika memungkinkan, akan lebih baik Anda mengenal penyedia jasa tersebut secara offline. 
Hubungan baik dan kredibilitas penyedia jasa yang kita ketahui secara offline tentu membuat kita tidak ragu-ragu lagi menitipkan putra-putri kita untuk belajar dengan intens pada lembaga/perseorangan tersebut.
Bisa saja penyedia tersebut rekan mengajar kita, guru sekolah dari putra-putri kita atau penyedia jasa les privat matematika yang sudah kita kenal lokasi, tenaga pengajar dan metodologi/kualitas pembelajarannya.
Dalam konteks ini, versi jasa online tidak lebih sekedar memanfaatkan fasilitas IT, karena pada dasarnya kita sudah biasa bertemu dengan penyedia jasanya secara offline. 
2. Jika tips pada angka 1 tersebut sulit kita lakukan (namanya juga online), maka lakukan searching di internet.
Akhir-akhir ini sudah cukup banyak tersedia lembaga/perseorangan yang menyediakan jasa les privat secara online. Dengan bantuan search engine, cari lembaga/perseorangan penyedia jasa privat yang benar-benar kredibel dengan track record yang baik. Pelajari dengan cermat metode pembelajarannya, mekanisme pembelajaran onlinenya. Cari yang paling rasional menurut Anda. 
3. Hal yang juga penting adalah melihat profil tenaga pengajarnya, syukur-syukur kalau ada curriculum vitae  
Lembaga/perseorangan penyedia jasa privat yang professional tentu akan dengan jujur dan

Tips Mencari Guru Les Matematika

0
Kalau pada beberapa saat yang lalu saya sudah menulis tentang memilih buku pelajaran matematika baik konvensional maupun e-book, maka pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberi tips bagaimana memilih guru les, khususnya untuk pelajaran Matematika.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa akhir-akhir ini kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak semakin meningkat. Hal ini (salah satunya) diwujudkan dengan semakin tingginya kesadaran orang tua untuk memperbanyak (menambah) jam pelajaran matematika anak diluar jam pelajaran yang diperolehnya dikelas (sekolah) melalui les.
Secara garis besar, berdasarkan cara penyelenggaraannya saya membedakan les
menjadi dua jenis, yaitu privat dan klasikal. Les privat dilakukan dengan cara orang tua mendatangkan guru ke rumah. Sedangkan les klasikal berupa les yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga (penyelenggara les) dengan menggunakan sistem kelas (lebih dari satu orang dalam satu kelompok).
Nah, agar setiap orang tua bisa menentukan guru les pelajaran matematika yang tepat bagi anaknya, berikut tips mencari guru les matematika:
  
1. Pastikan jenis les yang akan dipilih
Pastinya menjadi suatu keharusan bagi Anda untuk memutuskan dengan bijak jenis les yang akan ditempuh, apakah privat atau klasikal. Guna kepentingan tersebut, maka sebelumnya Anda dapat melakukan inventarisasi dengan menimbang untung rugi dari kedua jenis les ini. Tidak kalah penting pula lakukan pemetaan kemampuan akademik dan karakteristik anak Anda. Misalkan saja, apakah dia seorang anak dengan tipikal lebih cocok jika belajar sendirian dirumah (privat) atau termasuk dalam kelompok anak yang akan lebih mudah belajar jika ada temannya (klasikal).
2. Cari guru les dengan latar belakang pendididikan matematika
Memperhatikan hal tersebut amatlah penting. Karena hanya seorang guru matematika yang bisa menyampaikan pelajaran matematika lengkap dengan metodologi dan psikologi pembelajarannya. Ga lucu kan jika guru agama yang mengajari (les) matematika.Coba Anda renungkan apa yang akan terjadi jika guru agama memberikan les matematika.
3. Cari informasi seputar les (baik privat maupun  klasikal )
Tidak ada salahnya Anda meluangkan sedikit waktu ditengah-tengah kesibukan rutin demi sibuah hati. Bantu sang anak memperoleh beragam informasi tentang jasa les bagi anak seusia anak Anda, baik berupa lembaga atau personal/individu. Pencarian informasi bisa Anda lakukan melalui brosur, searching menggunakan search engine di internet, atau berkomunikasi dengan orang yang sudah pernah memakai jasa les untuk anak mereka.
4. Pertimbangkan jarak rumah dengan lokasi les 
Pertimbangkan jarak lokasi tempat les dari rumah Anda. Kenapa? karena jika Anda memilih les jenis privat, maka akan sangat mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama bagi seorang guru untuk datang ke rumah Anda (belum lagi ditambah dengan halangan-halangan yang kondisional---seperti hujan lebat). Bagi yang memilih jenis les klasikal, tempat les yang jauh disamping mengandung resiko bagi anak kita (dalam perjalanan dan pengawasan), juga akan menghabiskan waktu dan energi anak kita. Singkat kata dengan dekatnya jarak antara lokasi les dengan  rumah orang tua, maka

8 Tips Memilih Jurusan IPA di SMU

3


Setelah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) sekolah, bagi kalian yang duduk dibangku kelas X harus memulai ancang-ancang mempersiapkan diri untuk memilih jurusan kelak setelah kelas XI. Berbeda dengan jaman dulu, dimana pada saat SMA ada beberapa jurusan yaitu A1, A2 dan A3, maka sekarang ada dua jurusan di SMU yaitu IPA dan IPS. 

Nah, karena blog ini membahas tentang belajar matematika, maka saya akan

membahas tentang jurusan IPA. Pertimbangannya, bukan berarti pada jurusan IPS tidak dibahas matematika, akan tetapi lebih pada pertimbangan bahwa pada jurusan IPA matematika akan lebih banyak dibahas. Disamping itu pelajaran matematika akan banyak dibutuhkan pada pelajaran lainnya pada jurusan ini, seperti fisika dan kimia.
Selum kalian menentukan pilihan jurusan IPA, berikut hal-hal yang harus dipertimbangkan.
1. Pikirkan dengan serius pilihan kalian
Ingat ya, hidup ini pilihan. Contohnya, saat bangun tidur kalian sudah harus memilih diantara dua pilihan yaitu bangun pagi atau siang. Tentunya keduanya memiliki akibat pada diri kalian. Jika kalian memilih bangun pagi, maka sekolah tidak terlambat, tidak tergesa-gesa prepare sekolah. Begitu sebaliknya, jika bermalas-malasan dan bangun siang, maka sangat mungkin kalian terlambat sekolah. Jadi, keadaan yang kalian terima saat ini merupakan hasil/akibat dari pilihan kita beberapa saat yang lalu (tentunya dengan campur tangan Tuhan--takdir) .
Tepatnya, pikirkan dengan serius dan benar semua akibat (baik positif dan negatif) sebelum kalian membuat keputusan memilih jurusan ini, karena apa yang kalian putuskan hari ini akan membawa dampak dikelak kemudian. Ingat pula, penyesalan selalu ada dibelakang.
2. Cari informasi yang tepat tentang jurusan IPA
Sebelum membuat pilihan pada jurusan IPA, kalian harus yakin bahwa kalian mengenal dengan benar berbagai hal tentang jurusan ini. Setidaknya kalian harus mengerti hal apa saja yang akan dipelajari pada jurusan ini, kemampuan apa saja yang harus kalian miliki untuk bisa memasuki jurusan ini dan bagaimana  masa depan kalian jika memilih jurusan ini.
3. Sesuaikan pilihan jurusan dengan cita-cita kalian
Meskipun tidak selalu, bahwa anak-anak yang memilih jurusan IPA akan memilih jurusan yang relevan setelah memasuki Perguruan Tinggi kelak atau memilih profesi yang juga relevan dengan pilihan jurusannya ketika pada jenjang pendidikan SMU. Namun akan lebih pas jika cita-cita kalian selaras dan konsisten dengan jurusan IPA saat SMU ini. Setidaknya itu adalah bentuk keseriusan kalian dalam memilih profesi (tidak terkesan asal-asalan). Lagi pula, profesi yang diikuti dengan basic keilmuan yang relevan tentunya akan memberi hasil yang maksimal. Beberapa profesi yang sangat mungkin dekat dengan jurusan IPA SMU ini adalah teknik, kedokteran, keperawatan dan ilmuwan (Biologi, Kimia, dan lainnya).
4. Ukurlah dengan jujur kemampuan kalian
Sebagai gambaran saja, bahwa jurusan IPA identik dengan kecerdasan matematika dan logika (Multiple Intelligences-nya, Howard Gardner), yaitu kemampuan berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah melalui kemampuan berpikir. Berpikir konseptual terhadap apa yang dihadapinya merupakan salah satu ciri anak dengan kecerdasan ini.
Nah, nilailah diri kalian dengan jujur, apakah kalian termasuk kelompok anak dengan kemampuan ini. Mungkin kalian bisa mengukurnya dengan melihat kecenderungan akan kesukaan kalian pada pelajaran eksakta. Misalnya, apakah kalian enjoy, senang dan menikmati ketika berada dikelas matematika, fisika (atau pelajaran eksakta lainnya). Atau, berapa nilai ulangan atau

Tips Memilih Ebook Pelajaran Matematika

7
Perkembangan yang sangat pesat dalam dunia teknologi infomatika memberikan kontribusi yang sangat positif bagi kehidupan manusia. Dampak yang positif tersebut juga dirasakan dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah hadirnya ebook. Nah, disamping keberadaan buku "konvensional" yang kita kenal, era digital memanjakan kita dengan hadirnya ebook yang simple dan praktis yang bisa kita bawa kemana-mana  dengan mudah dan tidak memakan banyak tempat. Pada kesempatan ini saya akan memberikan tips memilih ebook matematika.
Sebelumnya tidak ada salahnya kita mereview kembali tentang apa itu ebook. Ebook
merupakan singkatan dari Electronic Book atau buku elektronik. E-book merupakan salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Jenis ebook paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD (kapasitas sekitar 700MB), DVD (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flash disk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Ebook ini berupa file dengan format bermacam-macam diantaranya  pdf dan htm.  Format pdf  dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya sedangkan htm dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Disamping itu ada juga ebook yang berbentuk format exe.  
Berikut tips memilih ebook pelajaran matematika:
1. Pastikan  jenis ebook pelajaran matematika yang kalian cari
Ingat ya, ebook yang kalian cari hanya sebagai referensi tambahan untuk pelajaran matematika (kecuali buku ajar wajib kalian tersedia dalam format ebook--ga ada salahnya kalian bertanya ke guru tentang ketersediaan ini). Nah, untuk itu cari ebook yang benar-benar relevan dengan buku ajar wajib kalian. Hal ini untuk tujuan efisiensi, karena pada saat download tentunya akan banyak memakan pulsa dan waktu. Kalian tentunya tidak ingin sia-sia kan, kalau ternyata setelah download dengan waktu yang cukup lama ternyata hasil download-an tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga wajib hukumnya bagi kalian menentukan dengan cermat dan tepat ebook yang kalian cari, baik.judul, isi dan pengarangnya. 
2. Cari dengan mesin pencari kesayangan kalian
Banyak sekali ebook di internat, dengan beragam kualitas, dari yang paling bagus sampai yang tidak bermutu (yang kadang-kadang--maaf--berbohong).  Gunakan mesin pencari kesayangan kalian seperti google, untuk berselancar mencari ebook pelajaran matematika. Gunakan key word yang tepat untuk ebook pelajaran matematika yang kalian cari pada mesin pencari tersebut. Cermati hasil temuan mesin pencari atas keyword yang kalian ketikkan dan pilih yang mungkin paling sesuai dengan yang sedang kalian cari. 
3. Tidak ada salahnya mencari ebook gratis
Ebook gratis, ya tidak ada salahnya kalian mencari ebook dengan jenis ini. Banyak saudara kita yang baik hati menyediakan ebook gratis pelajaran matematika ini. Biasanya (tidak semua) pemiliknya mengharuskan  kalian untuk login terlebih dahulu. Namun ingat ya,  karena sifatnya yang gratis, maka seringnya hasil downloadan ebook tidak seperti yang kalian kehendaki. Bisa hanya berupa ringkasan yang tidak lengkap (versi lengkapnya harus beli) atau parahnya kadang-kadang ada yang tidak bertanggungjawab dengan menyediakan ebook yang hasilnya beda sekali dengan judulnya.(hanya berupa halaman kosong atau iklan) setelah kita download. Kalian bisa berkunjung ke BSE (Buku Sekolah Elektronik) milik Kemendiknas melalui link disini untuk memperoleh ebook gratis lengkap. 
4. Baca ringkasan isi ebook sebelum kalian mendownloadnya
Beberapa penyedia ebook yang profesional dan benar-benar bertanggungjawab, menyediakan deskripsi singkat (ringkasan isi) dari buku yang akan kalian download. Baca terlebih dahulu dengan seksama ringkasan isi tersebut. Meskipun tidak selalu sama dengan yang kita kehendaki, setidaknya kalian memiliki gambaran tentang buku yang akan didownload sebelum membuat keputusan untuk mendownloadnya.
5. Download ebook yang berbayar
Nah, kalau ada sedikit kelebihan uang tidak ada salahnya memilih ebook berbayar. Namanya juga berbayar, tentu kualitasnya juga akan lebih baik. Karena berbayar kalian juga harus sangat berhati-hati, jangan sampai kalian tidak mendapatkan ebook pelajaran matematika yang diimpikan meskipun sudah membayarkan sejumlah uang. 
6. Pastikan koneksi internet kalian bagus
Nah, ini juga penting untuk diperhatikan, bagian dari proses mendapatkan ebook pelajaran matematika adalah men-download. Agar tidak menanti dalam jangka waktu lama, maka pastikan koneksi internet kalian cukup bagus.
7. Perhatikan kapasitas file ebook yang akan kalian download.
Perhatikan kapastitas file yang akan kalian download, biasanya ditulis disebelah nama file ebook yang akan kalian download. Ini sangat penting untuk memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendownload. Sehingga kalian bisa mempertimbangkan untuk

Tips Tampil Menawan di Kelas Matematika

2
Bisa dibayangkan ketika berada di kelas matematika (pelajaran matematika), sudah pelajarannya angka-angka melulu (yang membuat pusing) sang guru yang membawakannya tidak  sedap dipandang mata, pasti membosankan. Nah, mari buat anak didik menyukai pelajaran matematika melalui berbagai upaya. Selain pembawaan materi yang enak dan mudah dimengerti oleh anak, penampilan juga perlu menjadi perhatian guru ketika memberikan materi pelajaran matematika.
Tampil menawan tidak berarti harus berwajah cantik atau ganteng (kalau soal ini kan
sudah takdir Tuhan...hehehehe....), akan tetapi bagaimana kita bisa tampil anggun dan menawan serta sedap dipandang mata dengan keadaan kita.  Dengan kata lain mengoptimalkan kondisi fisik kita yang merupakan anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa, sebagai bentuk syukur kita kepada Tuhan tentunya. 
Berikut tips tampil menawan bagi para guru saat menyampaikan materi pelajaran matematika:
1. Berpakaian yang santun, sopan dan rapih
Berpakaianlah yang sopan sesuai dengan standar model/bentuk yang telah ditentukan oleh pihak sekolah, karena sekolah biasanya punya regulasi tesendiri tentang pakain para gurunya. Seandainya ingin melakukan modifikasi dari model yang telah ditentukan, maka lakukan sepanjang tidak melanggar aturan dan  jangan pula terlalu berlebihan.  Sepakat kan, pakaian yang bagus tidak harus terbuat dari bahan yang mahal, akan tetapi ada keserasian antara warna, model dan kondisi/bentuk tubuh kita. Tentunya jangan pula seronok. 
2. Bagi wanita, gunakan make-up sewajarnya 
Kalau yang ini khususnya untuk para guru wanita. Wanita dengan profesi apapun (termasuk guru tentunya) identik dengan make-up. Gunakan make-up secukupnya (tidak berlebihan). Jika perlu menggunakan lipstik, maka gunakanlah lipstik dengan warna yang tidak mencolok dan tentunya serasi serta tidak berlebihan. Tidak salah juga mempergunakan pemerah pipi, namun juga tetap harus disesuaikan dengan warna kulit wajah dan tidak berlebihan. Tentunya tidak sama kan make-up yang kita gunakan saat mengajar dengan saat hadiri pesta perkawinan. Anda ga suka juga kan jika disebut menor saat mengajar.
3. Jaga kebersihan  mulut
Nah, mengajar membuat Anda sering berbicara dan berkomunikasi dengan siswa, makanya menjaga aroma bau mulut agar tetap normal menjadi keniscayaan. Hindari makanan pemicu bau mulut saat akan mengajar, seperti bawang atau jengkol (jika Anda menyukai makanan ini, ada tempat dan waktu yang tepat kan?). Yang tidak .kalah pentingya adalah menjaga kebersihan daerah sekitar mulut. Beberapa cairan kumur penghilang bau mulut mungkin bisa Anda gunakan. Ga ada salahnya pula ngaca sebelum mengajar karena barang kali ada sisa makanan yang tersisa pada gigi Anda. 
4. Rambut yang rapih
Rambut yang rapih juga perlu menjadi perhatian guru. Khususnya bagi guru laki-laki, rambut yang panjang cenderung tidak rapi dan membawa kesan awut-awutan dan tidak terawat. So, potonglah rambut dengan gaya kesukaan Anda (namun tetap wajar) secara rutin. Bagi guru perempuan yang berjilbab, sesuaikan warna jilbab dengan warna pakaian.
5. Gunakan parfum seperlunya
Pada saat mengajar mungkin Anda perlu berdekatan dengan siswa. Ga lucu kan kalau anak-anak didik Anda rasan-rasan dengan teman sekelas bahwa bau badan sang guru tidak enak. Maka gunakanlah parfum sekedarnya untuk memberi aroma tubuh yang enak. jangan pula berlebihan, karena tentu akan menjadi bahan pembicaraan siswa-siswa Anda.
6. Jaga kebersihan wajah/muka
Nah, ini juga penting, wajah kotor penuh dengan jerawat  (kecuali telah diusahakan tapi jerawatpun masih) tentu merupakan pemandangan yang tidak enak.Selalu bersihkan dan rawat wajah Anda selain agar tampak bersinar tentu akan memberi aura yang positif.
7. Jangan lupa, jaga kebershan anggota badan lainnya
wajah, make-up dan pakaian sudah oke, namun ga lucu kan ketika jari Anda menunjuk buku siswa ternyata diujung kukunya ada kotoran karena kuku kita yang panjang dan tidak terawat. Wah, Anda bisa digeneralisasi oleh siswa kalau termasuk orang yang tidak bisa merawat tubuh dan tidak peduli dengan kebersihan. So, lakukan secara berkala memotong, merapikan dan membersihkan kuku.
8. Kuasai materi dan cara mengajar
Point angka 1 sampai dengan 7 akan sia-sia jika Anda tidak menguasai materi pelajaran matematika dan cara menyajikan materi dengan baik dan benar. Ingat Anda bukan model lo, tapi seorang guru. Jadi persiapkan materi dan gaya mengajar Anda dengan seksama dan serius.

Guru yang rapih dan menawan pasti akan menimbulkan kesan pada siswa yang membuat siswa akan menyukai dengan apa yang disampaikan sang guru. So, mari kita buat anak belajar menyukai matematika, dengan memulai dari diri kita. Salam....

Related post:
7 Tips Belajar Menyukai Matematika
Tips Sukses Matematika dalam UAS 2012
6 Alasan Anak Tidak Menyukai Matematika
Kiat Memilih Buku Matematika untuk Anak Sekolah

Kiat Memilih Buku Matematika untuk Anak Sekolah

0
Sukses belajar matematika sangat detentukan oleh banyak hal, diantaranya guru yang enak mengajarnya, suasana kelas yang tidak membosankan dan buku ajar yang berkualitas. Nah, pada kesempatan yang indah kali ini saya akan mencoba memberikan tips bagi kalian (tentunya yang masih berusaha untuk belajar menyukai matematika) tentang bagaimana memilih buku pelajaran matematika yang berkualitas.
1. Gunakan buku ajar wajib guru
Wajib hukumnya bagi kalian memakai buku yang diwajibkan oleh pihak sekolah/guru. Beberapa sekolah mewajibkan buku yang "dikeluarkan" oleh pihak sekolah yang kadang-kadang digratiskan (dipinjami tepatnya). Buku ini merupakan pegangan pokok bagi kalian, karena sangat mungkin bahwa sebagian besar proses belajar-mengajar sang guru mengikuti buku ini (termasuk contoh latihan soalnya)
2. Miliki juga buku referensi guru kalian
Nah, kadang-kadang selain buku wajib yang dibagikan kepada siswa, guru kalian "diam-diam" punya referensi buku matematika lainnya. Kadang-kadang diawal tahun pelajaran guru kalian ada yang merekomendasikan buku-buku yang bisa kalian beli guna menunjang proses belajar matematika, namun tak sedikit guru yang tidak menyampaikannya. So, ga ada salahnya kalian melirik buku tersebut, catat judul dan pengarangnya (jika perlu penerbitnya) kemudian lain kali berburulah ditoko buku dan dapatkan.
3. Cari referensi lain
Meskipun kalian sudah memiliki buku wajib dan beberapa referensi yang ditawarkan oleh guru kalian, ga ada salahnya kalian juga berburu buku referensi lainnya. Sangat beragam buku matematika di pasaran. Kalian bisa memilah dan memilih yang sesuai dengan kebutuhan kalian.
4. Sering-seringlah ke toko buku
Kenapa harus habiskan waktu di mall dan hanya untuk jalan-jalan dan nongkrong bareng sama teman atau beli sesuatu yang ga penting-penting amat. Ga ada salahnya kalian sering-sering berkunjung ke toko buku terdekat. Selalu ada hal yang baru dalam dunia penerbitan, sehingga kalian harus up to date.
5. Cari di internet
Pada era IT sekarang, banyak orang yang berbaik hati dengan menyediakan ebook gratis. Bahkan Depdiknas juga sudah mengeluarkan ebook gratis. Manfaatkan fasilitias sekolah kalian yang ada hot spotnya (atau sisihkan uang jajan beli modem sendiri...he...he...he...) untuk searching ebook pelajaran matematika. Tentunya ini lebih baik kan, daripada kalian menghabiskan waktu didepan komputer hanya untuk mencari hal-hal yang tidak berguna diinternet.
6. Mengacu pada GBPP
Ini yang terpenting!! Kalian bebas memilih buku matematika, namun ada satu syarat yang harus dipegang, bahwa buku apapun yang kalian beli harus sebisa mungkin sesuai dengan GBPP (atau istilah sejenisnya). Apa  itu GBPP?   Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) adalah diskripsi singkat mengenai mata-mata ajaran yang diprogramkan dalam kurikulum pendidikan. Mudahnya, merupakan runtutan materi yang harus kalian selesaikan selama setahun belajar matematika. Meskipun ini wilayah guru kalian, kalian dapat mengintipnya. Gimana cara tahunya? Mudah saja, berpeganglah pada buku ajar wajib yang diberikan guru kalian. Pada buku tersebut pasti ada materi-materi yang harus diselesaikan oleh kalian selama satu tahun yang terbagi dalam semesteran (dapat dilihat pada daftar isi buku wajib kalian). Nah, cari buku yang memuat hal-hal tersebut, meskipun sangat mungkin urutannya tidak sama persis.
7. Buka halaman dengan teliti
Hati-hatilah dalam memilih buku, setelah sesuai dengan buku wajib kalian (GBPP tepatnya), buka tiap lembar halamannya, barang kali ada cetakan yang tidak jelas, halaman terbalik atau bahkan halaman yang kosong.
8.  Cari yang menarik penyajian materinya
Meskipun membahas materi yang sama, kadang tiap pengarang berbeda dalam menjelaskannya. Maka carilah buku matematika yang penyajian materinya runtut, jelas dan

Tips Sukses Matematika dalam UAS Sekolah 2012

0
UN bagi kakak kelas kalian sudah selesai, nah sekarang giliran kalian harus siap-siap menghadapi ujian akhir semester atau UAS 2012 yang kurang beberapa minggu lagi. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan tips bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi UAS tahun 2012 ini, khususnya pada pelajaran matematika.
Berikut Tipsnya:
1. Persiapkan bahan ajar. 
Buku pelajaran kalian harus disiapkan. Jangan sampai seminggu sebelum ujian akhir semester, kalian masih bingung mencari buku pelajaran matematika yang mungkin masih dipinjam teman, atau lupa tempat naruhnya atau bahkan hilang. (jadi ketahuan kan kalau begini adanya, berarti kalian tidak pernah baca buku atau belajar).
2. Perbanyak referensi sebagai bahan pengayaan
Hari gini masih tidak bisa mengakses internet? tidak lagi kan. Nah, tentu kalian sudah sangat familiar dengan dunia internet. Manfaatkan internet secara positif. Tidak ada salahnya kalian buka-buka internet untuk mencari sumber referensi yang relevan dengan pelajaran matematika. Kalian bisa download ebook tentang pelajaran matematika. Depdiknas juga sudah mengeluarkan buku elektronik tersebut, kalian bisa download dengan gratis. Tentunya ini alternatif, selain kalian bisa memperbanyak buku referensi dari sisa uang jajan kalian...he..he...he.
3. Perbanyaklah mengerjakan latihan soal
Dalam pelajaran matematika, satu hal yang tidak bisa kalian abaikan adalah berlatih. Perbanyaklah mengerjakan latihan soal. Sering-seringlah berlatih mengerjakan soal, baik yang ada dibuku paket (yang diberikan oleh guru dari sekolah) atau kalian lebih kreatif cari-cari soal lain (tentunya dari sumber yang relevan baik dari internet atau buku matematika lain). Cobalah ukur diri kalian sendiri dengan jujur, caranya koreksi hasil latihan soal yang kalian kerjakan dan menilainya sendiri atau minta tolong kakak kalian untuk menilainya. Kondisikan dalam latihan mandiri tersebut seolah-olah kalian sedang dalam ujian yang beneran, jadi atur waktunya secara disiplin, misalnya 10 soal uraian dalam waktu 30 menit.
4. Miliki rasa percaya diri
Kalau kalian masih berupaya dengan susah payah mencari cara-cara instan dalam menghapi UAS (seperti bocoran soal) itu artinya kalian tidak memiliki rasa percaya diri yang baik. Jangan terjerumus ke dalam isue bocoran soal yang membuat kalian tergantung dan akhirnya malas belajar. Yakinlah pada saatnya (ujian) kalian bisa mengerjakan tanpa menunggu bocoran soal.
5. Hindari perbuatan curang saat mengerjakan soal UAS
Bukan hanya dalam aturan sekolah kan, dalam agamapun berbuat curang itu sangat dilarang. Jangan tergantung sama temen yang pinter (dengan nyontek) atau membuat tulisan-tulisan yang disembunyikan dan dibuka dengan diam-diam saat mengerjakan soal. Bisa dibayangkan kan, coba kalau temen kamu yang pinter itu pelit ga mau nunjukin hasil kerjaannya saat ujian atau kamu tidak ada kesempatan buka catatan yang dipersiapkan karena sang guru yang selalu mengawasi. Bisa-bisa lembar jawab kalian kosong dong sampai batas waktu mengerjakan soal ujian selesai.
6. Jaga kesehatan
Jangan terlalu serius/tegang dan melupakan makan serta melupakan istirahat saat menghadapi ujian. Percuma kan kalau kita dah siap dengan pelajaran, namun karena sakit kalian tidak bisa masuk sekolah saat ujian.Jangan tidur terlalu malam dan upayakan makan-makanan yang bergizi (ingat bukan makanan yang enak dan

6 Alasan Anak Tidak Menyukai Matematika

6

Kalau pada beberapa saat  yang lalu saya memposting tentang 7 Tips Belajar Menyukai Matematika (terima kasih bagi temen2 yg sudah mau baca),  maka pada kesempatan kali ini  saya akan mencoba menggali alasan-alasan penyebab ketakutan anak terhadap pelajaran matematika (terbalik ya, harusnya penyebab dulu baru solusi…gpp kan, mang dah disengaja heheheh).
Apa yang saya sampaikan ini bukan merupakan hasil riset formal yang mendalam, akan tetapi didasarkan pada fakta menurut pengalaman empiris yang saya alami sebagai seorang guru matematika dan tentunya sebagai orang tua yang memiliki anak sebagai peserta didik disekolahnya.
Langsung saja ya, berikut 6 (enam) alasan anak tidak menyukai pelajaran matematika:


1. Gambaran yang menyeramkan tentang matematika, berakibat pada Fobia Matematika
Kalah sebelum bertanding, begitulah ungkapan yang mungkin pas. Atau menyerah sebelum berusaha dengan susah payah (tentu kalian tidak mau kan dibilang seperti ini…). Bayangan-bayangan atau informasi-informasi yang tidak benar dari luar diri anak (bisa teman, kakak, orang tua, atau bahkan guru dan lainnya) yang mencoba mendeskripsikan matematika sebagai sesuatu yang rumit (berkaitan dengan angka-angka), turut memberikan andil yang cukup signifikan bagi tumbuh suburnya phobia siswa pada matematika sebelum mengenalnya/mempelajarinya. Hal ini akan membuat siswa enggan untuk mengenal matematika dengan lebih baik (sekedar gugur kewajiban kali ya….).
Ya, bukan hanya takut, tepatnya phobia (wah…sedikit serius ini…bergaya ilmiah..hehehehe). Dalam kaca mata psikologis phobia adalah ketakutan neurotik berupa reaksi-emosional berlebihan yang tidak sebanding dengan rangsangan. Dengan kata lain penyebab rasa takut yang tidak obyektif dan tidak sebanding dengan resiko jika menghadapi bahaya atau rangsangan tersebut. Ketakutan seperti ini (Phobia) membuat seseorang melupakan  penyebab obyektif dari rasa takut itu sendiri. Ga lucu kan kalau kalian takut sama ulat akan mengganggap mati jika melihat ulat. Begitulah kira-kira  phobia terhadap matematika. Matematika belum-belum sudah dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan sebelum kalian mengenal matematika dengan baik.
Parahnya rasa takut terhadap pelajaran matematika (fobia matematika) ini sering kali menghinggapi perasaan para siswa dari tingkat SD sampai dengan

Memaknai Kecerdasan Anak dengan Bijak

0

Ketika ada pernyataan tentang anak yang cerdas, seringnya kita mengasumsikan bahwa si anak adalah pintar dalam berhitung atau semua nilai raport sekolahnya bagus. Meskipun asumsi itu tidak selalu salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. 
Sesungguhnya tidak tepat memberi label kepada seorang anak berdasarkan variabel tersebut. Nah pada postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang kecerdasan anak (tentunya mengutip teori para ahli dibidangnya). 
Berkaitan dengan kecerdasan, dalam bukunya Multiple Intelligences, Howard Gardner mengoreksi cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan tersebut. Howard Gardner membagi kecerdasan anak sebagai berikut:
1. Kecerdasan matematika dan logika 
Kemampuan seorang anak berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah melalui kemampuan berpikir. 

Cara berpikir konseptual, seperti menyusun hipotesis, mengategori, dan mengklasifikasi apa yang dihadapinya merupakan ciri kecerdasan ini. Anak-anak dengan kecerdasan ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan yang tinggi dalam menyelesaikan problem matematika.


2. Kecerdasan bahasa 

Kemampuan seorang anak untuk menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasannya. Anak-anak dengan kemampuan bahasa yang tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan bahasa seperti membaca, membuat puisi, dan menyusun kata mutiara.


3. Kecerdasan musikal 
Kemampuan seorang anak untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya. Anak-anak ini senang sekali mendengar nada-nada dan irama yang indah, mulai dari senandung yang mereka lakukan sendiri, dari radio, kaset, menonton orkestra, atau

Matematika dan Sebutan Anak Pintar, Pe-label-an yang Harus diluruskan

0
"Tradisi" masyarakat kita yang kurang mendidik dan sangat mempengaruhi perkembangan psikologi anak adalah  memberikan label pintar pada anak yang memiliki nilai tinggi pada mata pelajaran matematika (eksata pada umumnya) dan label bodoh pada anak yang kurang dalam memperoleh nilai pada mata pelajaran ini.

Meskipun saya seorang guru matematika (yang tentunya senang jika anak didik saya
memperoleh nilai bagus di pelajaran ini) saya kurang setuju dengan pendapat dan tradisi yang menyesatkan tersebut. Terlebih jika ungkapan yang tidak selayaknya tersebut diungkapkan oleh seorang guru, yang tentunya memperoleh mata kuliah psikologi perkembangan dan psikologi pendidikan sebelum terjun kedunia pendidikan.Sebagai orang tua maupun seorang guru seharusnya kita lebih bijak dengan tidak ikut ikutan memberikan label negatif pada anak kita. Satu hal yang perlu kita fahami adalah setiap anak itu dilahirkan genius, Setiap anak dilahirkan cerdas, dan setiap anak dilahirkan dengan keunikan masing masing. Dengan kata lain, sesungguhnya (dalam kaca mata saya) tidak ada anak yang bodoh didunia ini. 

Sejak dari awal proses kejadiannya, manusia termasuk orang yang unggul/pilihan. Kita bisa menjadi zygot dalam rahim ibu kita setelah mampu memenangkan pertarungan/kompetisi hebat dengan bermiliaran sel sprema lainnya. Kemudian hanya kita yang bisa sampai dan menembus sel telur, hingga kita bisa lahir sebagai manusia. 

Kecenderungan seorang anak untuk mencintai mata pelajaran atau kelompok ilmu pengetahuan tertentu adalah sebuah kewajaran yang harus dihargai. Sebuah kesalahan jika kita membuat pengelompokkan besar mata pelajaran yaitu eksakta dan sosial sebagai pembatas label bodoh dan pintarnya seorang anak. Parahnya lagi jika pengelompokkan itu diikuti dengan hadirnya perasaan bangga dan minder dari orang tua. Sebut saja, orang tua akan bangga jika anaknya memperoleh nilai bagus dibidang eksakta seperti matematika, dan minder anaknya lemah dipelajaran eksakta meskipun nilai pada pelajaran sosialnya sangat bagus. 

Jangan paksakan anak untuk mencintai pelajaran (kelompok pengetahuan) tertentu, sesuatu yang tidak diminatinya.Sebagai orang tua janganlah panik jika anak-anak kita lemah dalam pelajaran tertentu. Karena dalam pandangan psikologi memaksakan anak menguasai pelajaran tertentu yang

7 Tips Belajar Menyukai Matematika

8
Masih males belajar matematika, jangan lagi!! Kalau pada postingan sebelumnya saya sudah membahas bahwa matematika itu sebenarnya tidak sulit, maka pada kali ini saya akan  mengupas tips belajar  matematika yang akan membuat kalian menyukai atau bahkan jatuh cinta pada matematika. Sebenarnya tips ini bisa dipraktekkan pada semua mata pelajaran lain. 
Berikut 7 (tujuh) tips belajar matematika yang baik:
1. Biasakan jangan hanya menghafal.
Menghafal itu penting dalam proses pembelajaran, namun kebiasaan yang hanya menghafal akan membuat kalian seperti burung beo yang bisa bicara tapi tidak mengerti apa yang dikatakannya. Salah satu kelebihan manusia dibandingkan makhluk-Nya yang lain adalah dibekalinya kita akal. Akal kita jauh lebih pinter daripada komputer (kalian pasti sepakat karena komputer yang bikin juga manusia kan?..hehehe), namun dalam hal menghafal kita kalah dengan komputer, karena komputer diciptakan hanya untuk fungsi itu sedangkan pikiran kita tidak hanya kita gunakan untuk menghafal saja, masih banyak yang lain (mikir OSIS, ekstrakurikuler, belajar kelompok...atau pacarnya bagi yang sudah punya pacar hehehehe....)
2. Mengerti dan fahami
Nah, ini penting, pahami dan mengerti semua konsep yang diajarkan oleh guru kalian. Semua rumus atau formula itu tidak terjadi dengan sendirinya, tapi ada rangkaian proses yang menyertainya. Untuk itu pahami latar belakang yang menyebabkan lahirnya konsep atau rumus tersebut. Kebiasaan ini akan membantu kalian dalam menghafalkan rumus-rumus sehingga tidak mudah lupa dan akan teringat sampai suatu saat kalian ditanya oleh anak-anak kalian kelak...hehehehe.
3. Pelajari kembali materi yang disampaikan oleh guru dikelas sesampainya dirumah
Sesampainya pulang sekolah ganti baju, makan dan lakukan aktivitas harian di rumah kalian. Namun jangan lupa sisakan/sempatkan sedikit waktu untuk membaca/mempelajari kembali materi yang disampaikan oleh guru disekolah. 
4. Belajarlah sedikit tapi konsisten
Lebih baiknya banyak dan konsisten kan?. Tuhan lebih menyukai perbuatan baik yang dilakukan secara konsisten/teratur dan terus menerus meskipun sedikit daripada banyak tapi hanya sekali atau tidak konsisten. Mungkin kalian pernah dengar istilah SKS (Sistem Kebut Semalam)? Hindari cara belajar yang begini. Belajarlah secara rutin dan terus menerus, jangan saat ada ulangan atau ujian saja.
5. Berlatih dan berlatih menyelesaikan soal matematika
Jangan malas berlatih mengerjakan soal matematika. Berlatihlah terus menerus dan berulang. Semakin banyak kalian berlatih membuat kalian banyak menemukan model soal dan pemecahannya.
6. Carilah referensi yang lebih banyak
Janganlah hanya menjadikan bahan/materi guru dikelas sebagai satu-satunya referensi yang kalian miliki. Mintalah pada orang tua (mungkin dari simpanan uang jajan kalian...hehehe..berhemat) untuk membelikan buku pelajaran matematika yang relevan. Mungkin bagi kalian yang gemar berinternet ria, kalian bisa dapatkan artikel/tulisan tentang pelajaran matematika didunia maya. cari saja di mesin pencari seperti google materi apa/buku apa yang Anda kehendaki.
Referensi tersebut akan membantu kalian menambah wawasan dan pemahaman materi pelajaran.
7. Jangan malu untuk bertanya kepada yang lebih tahu
Malu bertanya sesat dijalan lo...jadi kalian jangan malu bertanya kepada orang yang lebih tahu tentang matematika, mungkin kakak kalian, bapak, ibu atau teman sekelas yang menurut kalian lebih mampu. Tidak ada salahnya juga kalian bertanya pada guru ketika pada saat belajar ada hal-hal yang menurut kalian tidak jelas.

Nah, selamat mencoba untuk mempraktekkan tips ini, agar kalian tidak lagi takut pada pelajaran matematika tapi sebaliknya mulai belajar menyukai matematika...hehehhe....

Tidak ada Hari Tanpa Matematika

Tidak ada Hari Tanpa Matematika

0
Lagi-lagi judul diatas tidak berlebihan kan? kalian pasti setuju, terlebih setelah saya jabarkan lewat tulisan berikut.
Mengawali postingan ini saya akan bercerita sedikit, begini ceritanya:
"......suatu hari anak perempuan kami satu-satunya yang masih duduk dibangku SD, di mintai tolong sama ibunya untuk membeli sabun colek ditoko tentangga (yang pasti dekat rumah). Pulang dari belanja dia komplain sama ibunya. Kata dia, kenapa sih Bu, Mbak A (si penjual) itu kasih kembalian ngitungnya lama banget, sampai saya nggak sabar. Pasti dulu pas sekolah matematikanya jelek ya Bu......" Pernyataan tersebut diluar dugaan ibunya dan tentunya saya yang turut mendengarkan. Wah kami harus memberi pengertian kepada sikecil agar tidak menyepelekan orang lain dan mudah berkesimpulan terhadap yang dia lihat sesaat tanpa berfikir panjang.

Peristiwa diatas saya alami sendiri dan saya kutip disini untuk menggambarkan betapa banyak manfaat matematika dalam kehidupan kita sehari-hari serta betapa kita tidak bisa lepas dari matematika dalam aktivitas harian kita..
Sebut saja, jual beli (meskipun dalam skala kecil) kita membutuhkan hitung-hitungan, misalnya saat menimbang, menjumlah barang, menghitung uang yang harus dibayarkan pembeli dan lain sebagainya.
Aktivitas harian pribadi kita juga tak luput dari matematika, dari pagi saat kita memutuskan mau bangun jam berapa, kita sudah berbicara matematika yaitu jam. Saat kita memutuskan naik apa mau berangkat ke sekolah, kita sudah berbicara tentang matematika, karena kita akan berhitung berapa jarak, berapa waktu yang dibutuhkan ke sekolah, sehingga kita memutuskan naik bus, naik motor atau jalan kaki untuk berangkat ke sekolah.

Mata pelajaran eksakta lainpun juga membutuhkan kemampuan berhitung matematika. Sebut saja ketika kalian belajar fisika, kimia atau biologi kalian juga memerlukan kecermatan berhitung matematika.
Nah, sudah terasa kan betapa pentingnya matematika itu, sehingga tidak ada alasan untuk membenci matematika, karena disadari atau tidak, langsung atau tidak langsung kita sering menggunakan matematika dalam keseharian hidup kita.
Saatnya kalian bangkit dan mari belajar menyukai matematika......

Matematika itu tidak sulit

4
Judul postingan ini tidaklah terlalu berlebihan, karena sebenarnya memang matematika itu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Hanya saja, seringnya kita sudah menganggap matematika sulit sebelum kita mencoba untuk belajar matematika. Anggapan yang demikian sungguh sangat menyesatkan dan berbahaya....
Karena gambaran yang buruk (sulit) bagi pelajaran hitung-hitungan ini membuat kita enggan untuk mencoba mengenalnya. Ibarat pepatah tidak kenal maka tidak sayang. Jadi kalian jangan terburu-buru mengklaim  bahwa matematika itu sulit sebelum kalian mengenal matematika dengan benar. Siapa tahu ketika kalian sudah mengenal matematika malah membuat kalian jatuh cinta kepada matematika.
Sebagai ilmu eksakta (pasti) maka konsep, rumus dan formula yang ada didalam matematika tentunya tetap dan tidak berubah-ubah. Sebagai gambaran sederhana saja, dari saya SD sampai jadi pengajar matematika 4+4=8, iya kan? Nah, coba bedakan kalau kita belajar sejarah, tentu sangat dinamis dan berubah-ubah. Misalnya, siapa nama presiden RI ke10, hayo atau berapa jumlah provinsi di Indonesia? Tentunya harus kalian garis bawahi , bahwa semua pelajaran itu tidak ada yang buruk, semua baik dan harus disukai. Hanya saja, dengan tidak mengingkari kodrat bahwa tidak semua siswa memiliki kecenderungan (kesukaan) yang sama terhadap pelajaran. Jangan heran dan mengolok-olok jika si A lebih pinter di Matematika, tapi jeblok di pelajaran lain, yang penting jangan terlalu ekstrem dan membenci mata pelajaran, terlebih matematika..hehehe (bukan karena saya guru matematika lho)
Setelah membaca postingan ini saya berharap kalian tidak lagi membenci matematika,tapi sebaliknya mencintainya....hehehe...